Posts

Showing posts from 2007
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Kerusakan Lingkungan, Perlu Pendekatan Pendidikan

Oleh ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

HUJAN besar dan angin lebat yang mengguyur Kota dan Kab. Bandung, Sabtu (19/1) sore mengakibatkan sedikitnya ratusan rumah kembali terendam banjir (Galamedia, 20/1/2002).

Musibah banjir yang terjadi di Kota dan Kab. Bandung adalah bukan barang baru bagi masyarakat di kedua daerah tersebut. Paling tidak, setiap musim hujan tiba, maka banjir pun mengikutinya. Entah itu karena air limpasan, jebolnya tanggul sekitar badan air atau karena sebab lainnya.

Walaupun bencana banjir (baca: kerusakan lingkungan) sering terjadi, nyatanya pemerintah daerah belum memperlihatkan usaha yang sungguh-sungguh membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan terkesan, banjir merupakan musibah biasa ---yang barang kali cukup dengan tindakan temporer (sementara) saja.

Insiden Bojong dan TPSA yang Sanitair

Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

INSIDEN Bojong , Senin (22/11) begitu menghebohkan, hampir semua media cetak dan elektronik memberitakan kejadian tersebut sebagai isi berita utamanya. Waktu itu ribuan warga Bojong dan sekitarnya memblokir jalan untuk menolak dioperasikannya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong. Penolakan ini berbuntut kerusuhan. Lima warga tertembak, dan seluruh areal TPST dirusak. Kerugian akibat tindak kekerasan itu mencapai Rp 83 miliar, tidak termasuk kendaraan yang dirusak.

Menurut saya, terjadinya insiden Bojong tersebut, tidak lain adalah karena kekecewaan yang terjadi selama ini terhadap aspirasi warga sekitar TPST Bojong yang telah “diabaikan”. Jadi, insiden Senin (22/11) itu merupakan puncaknya. Karena kita tahu, tindakan penolakan warga sekitar terhadap pengoperasian TPST Bojong ini sudah beberapa kali terjadi. Mereka menilai TPST Bojong harus ditutup. Tapi, aspirasi ini kelihatannya tidak direspon dengan baik oleh Pemda Bogor dan dev…

Fenomena Longsor dan Pengelolaan Lingkungan

Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

ADA beberapa permasalahan lingkungan yang perlu kita kedepankan, karena banyak nyawa manusia yang terancam olehnya. Tepatnya, beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar) saat ini telah terjadi musibah banjir dan longsor, diantaranya terjadi di Kuningan, Cicalengka, dan Garut. Berkait dengan yang terjadi di Garut, seperti diberitakan Republika, 30/01/03, musibah longsor dan banjir bandang menerjang dua desa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jabar, Selasa (28/1) malam. Akibatnya 18 orang meninggal, 10 dinyatakan hilang, dan puluhan orang luka-luka. Sebanyak 121 rumah hancur, dan ratusan lainnya terancam nasib serupa.

Kalau kita amati, sebagian besar daerah rawan longsor itu berada di lokasi yang memiliki tekstur tanah terjal dan bergunung. Ada wilayah yang memang benar-benar memiliki lapisan tanah mudah sekali terjadi longsor apabila terkena rembesan air tanah dari air hujan. Di samping itu, juga dikarenakan hilangnya hutan. Akibatnya, air …

Fenomena Longsor dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

BERBARENGAN dengan menghangatnya suhu perpolitikan di tanah air, ada beberapa permasalahan lingkungan yang perlu kita kedepankan, karena banyak nyawa manusia yang terancam olehnya. Tepatnya, beberapa daerah di Indonesia saat ini telah terjadi musibah banjir, tanah longsor dan angin badai.

Harian Suara Pembaruan, terbitan 15 Februari 2001 memberitakan ratusan Kepala Keluarga (KK) di sepuluh desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Bogor yang kehilangan tempat tinggal akibat terkena musibah bencana alam tanah longsor dan angin ribut berturut-turut sejak Minggu (11/2) hingga Rabu (14/2), mengharapkan kepedulian Pemda setempat.

Di daerah Sumatra Barat, seperti diungkap Gubernur Zainal Bakar (Suara Pembaruan, 14/2), saat ini, masyarakat Sumatra Barat dihadapkan kepada cobaan yang teramat berat. Hujan deras turun terus-menerus, dengan curah hujan mencapai 362 mm, disertai angin kencang, menyebabkan terjadinya musibah banjir, longsor, dan angin bad…

Bagaimana Tubuh Kita “Menahan” Serangan Luar?

TAHUKAH temen-temen, kalau dalam tubuh kita ini terdapat cara-cara perlindungan dari berbagai penyakit yang mengagumkan? Itulah sistem kekebalan tubuh. Ia dirancang untuk melindungi dan melawan jutaan bibit penyakit, seperti bakteri, mikroba, virus dan parasit yang mencoba masuk ke tubuh. Tahukah kamu bagaimana sebenarnya tubuh kita menahan serangan luar itu?

Selama daya tahan tubuh temen-temen bekerja, maka walaupun tubuh kita diserang oleh bakteri, mikroba, parasit, maka tak ada satupun dari mereka yang dapat masuk ke tubuh. Sebaliknya, saat sistem kekebalan ini berhenti, maka pintu pun terbuka lebar. Ketika orang meninggal, hanya dibutuhkan beberapa minggu bagi mereka untuk melepaskan kekuatan daya tahan (kekebalan) orang itu, hingga hanya tersisa kerangka. Sungguh sistem kekebalan kita melakukan sesuatu yang mengagumkan untuk menjaga dan melindungi semuanya dari apa yang terjadi selama kita hidup.

Sistem kekebalan tubuh kita ini bekerja dengan ribuan cara yang berbeda. Satu hal ya…

Elemen Fungsional Sistem Pengelolaan Sampah

Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

SAMPAH, lagi-lagi sampah. Adalah tema yang diturunkan pada rubrik “liputan khas” di harian Galamedia dalam empat tulisan berseri (baca: Galamedia, 23-26 Mei 2000).

Berbicara masalah sampah, sebenarnya bukan hanya milik warga kota Bandung saja, tapi kota-kota besar lain pun, saya yakin akan merasakannya. Berkait dengan ini, menurut data Kantor Menteri Lingkungan Hidup, sebagian besar daerah perkotaan di Indonesia mengalami permasalahan sampah. Sebagai contoh, limbah padat yang dihasilkan pada tahun 1996 di Jakarta mencapai 39,6 juta ton terdiri dari limbah padat domestik sebesar 2,3 juta ton dan limbah padat industri pengolahan 37,3 juta ton (Suara Pembaruan, 28/8/97).

Dari jumlah tersebut, 73,92 persen limbah organik, sedangkn 26,08 persen limbah anorganik. Penyumbang terbesar limbah padat adalah limbah rumah tangga, mencapai 67,86 persen. Limbah padat dari pasar tradisional dan super market menempati urutan kedua, yakni 9,15 persen.

Limba…

Dasar Pertimbangan Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga

Image
Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

SETIAP aktivitas manusia akan menghasilkan limbah. Baik yang berupa limbah padat maupun limbah cair. Dan sebagian besar masyarakat mengenalnya dengan istilah air limbah.

Air limbah (sewage) diartikan sebagai air dan cairan yang merupakan sisa dari kegiatan manusia di rumah tangga, commercial buildy (kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan keuntungan) atau industri.

Dari sini, kita mengenal penggolongan air limbah berupa air limbah industri dan limbah domestik. Air limbah industri itu bersumber dari aktivitas industri, pertanian, dan sejenisnya. Sedangkan kandungan limbah industri ini tergantung pada bahan dan teknologi yang digunakan serta barang hasil produksi yang akan dihasilkan.

Budaya Cinta Lingkungan

Oleh: ARDA DINATA
Email: arda.dinata@gmail.com

SEMUA organisme memperoleh bahan-bahan dan energi untuk hidupnya dari alam lingkungan hidupnya. Begitu pula halnya dengan manusia. Ia mempergunakan sumber daya alam yang ada untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.

Lingkungan kita, sudah barang tentu merupakan kawan dan harus menjadi kawan. Antara kita dan alam lingkungan, satu sama lain harus saling memelihara, saling membutuhkan dan saling memberi. Sebab, antara kita dan alam lingkungan adalah satu dalam suatu kehidupan.

Apabila dalam masyarakat ada suatu gerakan untuk berupaya melestarikan hubungan harmonis antara manusia dan alam lingkungannya, maka gerakan itu harus kita sambut dan dukung. Karena gerakan tersebut adalah gerakan yang berusaha menempatkan manusia sebagai makhluk yang mulia, yang dengan akal dan pikirannya mengutamakan kepentingan bersama. Selayaknya, kita juga tidak hanya menunggu gerakan semacam itu, tapi lebih jauh hendaknya menciptakan dan memprakarsai gerakan serupa.

Agroperhutanan Menjanjikan Kerimbunan Vegetasi

Agroperhutanan Menjanjikan Kerimbunan Vegetasi
Oleh Arda Dinata
Email:
arda.dinata@gmail.com
Mungkin Anda pernah melintasi atau berjalan-jalan saat liburan di wilayah pedesaan. Di sana kita bisa menikmati pemandangan rimbunnya dedaunan yang menghijau di sekeliling pemukiman. Sejauh mata memandang, kita akan menyaksikan pemandangan indah menawan. Kondisi seperti ini, tentu sangat susah kita temui di daerah perkotaan.

Pemandangan rimbunnya vegetasi menghijau semacam itu, tidak lain terbentuk oleh tajuk pepohonan yang memenuhi tata guna lahan. Bisa lahan pertanian, pekarangan, kebun, atau talun-kebun. Sehingga, bila dilihat dari kejauhan, kondisi tersebut seperti hutan alami. Dan tata guna lahan tradisional yang membentuk hutan buatan ini, dikalangan para ahli pertanian menggolongkannya ke dalam istilah sistem agroperhutanan tradisional.

Istilah lain yang digunakan berkait agroperhutanan adalah wanatani, agroforestry. Menurut Whitten, dkk., dalam Ekologi Jawa dan Bali, agroperhutanan di…

Bagaimana Mendaur Ulang Sampah?

oleh Arda Dinata
email: arda.dinata@gmail.com


COBA teman-teman lihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Misalnya, di gudang rumah, halaman atau lingkungan sekitar rumah. Mungkin banyak ya barang-barang yang sudah tak terpakai dan dibiarkan menumpuk begitu saja? Barang-barang yang sudah tak terpakai ini, umumnya kita sebut sampah dan dibuang begitu saja. Bentuknya bisa beragam, mulai dari sampah dapur, kertas, kaleng, botol-botol plastik atau kaca. Lantas, mengapa kita tidak mendaur ulang sampah tersebut?

Mendaur ulang memang suatu hal yang sekarang ini harus lebih giat kita lakukan. Kalau tidak, masalah sampah seperti yang terjadi di tempat pembuangan sampah (TPST) Bojong, Bogor beberapa waktu lalu, akan terus terjadi di kota-kota yang berpenduduk padat. Lagian, dengan kerja daur ulang itu sampah-sampah tidak akan dibuang tanpa termanfaatkan.

Coba temen-temen bayangkan? Kalau kita tidak mendaur ulang, sampah yang menumpuk akan dibakar dan itu menimbulkan asap yang mencemari udara. Sa…

Aspek Teknis Dalam Penyehatan Rumah

Oleh Arda Dinata, AMKL.
email: arda.dinata@gmail.com

RUMAH diakui banyak pihak sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Keberadaannya, selain sebagai tempat berlindung dan membina keluarga, rumah juga dapat dijadikan indikator untuk menilai kesejahteraan suatu masyarakat. Namun, syaratnya, rumah itu harus sehat dan layak huni.
Untuk menilai kesehatan rumah, kita harus melihatnya dari dua pengertian dasar, yaitu rumah dan sehat. Menurut Soeharmadi, rumah adalah tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya (hujan, matahari, dll), serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun definsi sehat, menurut WHO, diartikan sebagai keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial, bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit dan kecacatan.


Berdasarkan pengertian itu, berarti rumah sehat merupakan tempat berlindung, bernaung dan beristirahat, sehingga memungkinkan seseorang untuk menumbuhkan kehidupan yang sempurna,…

Agroperhutanan Menjanjikan Kerimbunan Vegetasi

Image
Oleh Arda Dinata
Email:
arda.dinata@gmail.com

Mungkin Anda pernah melintasi atau berjalan-jalan saat liburan di wilayah pedesaan. Di sana kita bisa menikmati pemandangan rimbunnya dedaunan yang menghijau di sekeliling pemukiman. Sejauh mata memandang, kita akan menyaksikan pemandangan indah menawan. Kondisi seperti ini, tentu sangat susah kita temui di daerah perkotaan.

Pemandangan rimbunnya vegetasi menghijau semacam itu, tidak lain terbentuk oleh tajuk pepohonan yang memenuhi tata guna lahan. Bisa lahan pertanian, pekarangan, kebun, atau talun-kebun. Sehingga, bila dilihat dari kejauhan, kondisi tersebut seperti hutan alami. Dan tata guna lahan tradisional yang membentuk hutan buatan ini, dikalangan para ahli pertanian menggolongkannya ke dalam istilah sistem agroperhutanan tradisional.


Istilah lain yang digunakan berkait agroperhutanan adalah wanatani, agroforestry. Menurut Whitten, dkk., dalam Ekologi Jawa dan Bali, agroperhutanan diartikan sebagai sistem tata guna lahan yang sesuai …