Arda Dinata
Arda Dinata
Arda Dinata adalah penulis storytelling religius yang dikenal dengan gaya penulisannya yang lembut, empatik, dan tidak menggurui. Dengan pengalaman menulis ratusan ribu konten inspiratif yang menyentuh pembaca.
🌐 Jaringan Blog Arda Dinata
Logo Buku dan Novel Inspiratif Online
Temukan lebih banyak
Memuat daftar buku...
Membangun Bandung Secara Ecopolis, Humanopolis dan Technopolis
Arda Dinata
Dilihat ... Bab

📖 Baca Bab Ini & Happy Reading!

Membangun Bandung Secara Ecopolis, Humanopolis dan Technopolis
Oleh: Arda Dinata
Anggota Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI)
Email:
arda.dinata@gmail.com

Saat ini Kota Bandung terus berbenah menata kotanya, lebih-lebih sebentar lagi akan menghadapi pesta akbar menyambut digelarnya peringatan Konfrensi Asia-Afrika. Mulai dari pembuatan jalan layang, perbaikan trotoar, saluran irigasi sampai dengan melakukan aneka rekayasa jalur lalu lintas kendaraan untuk menghindari terjadinya kemacetan di sana-sini.


Kalau kita mau jujur, proses pembangunan visualisasi kota itu, sebenarnya mulai menggiat dan sangat berkembang pesat mulai lima tahun kebelakang, terutama pendirian berbagai pusat-pusat perbelanjaan di berbagai sudut-sudut Kota Bandung. Pokoknya, secara singkat dapat dikatakan kalau pembangunan berupa visualisasi kota ini identik dengan bentangan bangunan-bangunan tinggi.

Begitu juga yang menghiasi perjalanan Kota Bandung. Kota yang pernah menyandang predikat sebagai Kota Kembang dan Paris van Java itu, saat ini kelihatannya telah hilang “nyawanya”. Salah satu penyebabnya ialah tidak konsistennya para pengambil kebijakan di Kota Bandung dengan rencana tata ruang kota yang telah disepakti pada awal perencanaan pembangunan Kota Bandung itu sendiri.



Sehingga tidak heran, adanya efek yang muncul dari pelanggaran tata ruang kota ini. Sebagai contoh adalah keadaan lalu lintas yang semerawut dan kemacetan lalu lintas yang terjadi hampir di semua ruas jalan Kota Bandung, terutama di sudut-sudut kota yang memiliki pusat-pusat keramaian dan perbelanjaan. Kondisi kemacetan itu terjadi, karena tidak seimbangnya antara luas badan jalan dengan jumlah kendaraan dan sistem transportasi umum yang tidak sesuai aturan.

Efek lainnya, adalah terjadinya perubahan kondisi udara Kota Bandung. Berdasarkan hasil pengamatan Badan Metereologi dan Geofisika Bandung, mengatakan bahwa temperatur udara di Kota Bandung telah meningkat 1 derajat celcius sejak tahun 1992. Dan inilah barangkali salah satu penyebab mengapa Kota Bandung saat ini tidak sesejuk dahulu di era tahun 1980-an.

Parahnya lagi, kondisi tersebut lebih diperburuk lagi dengan banyaknya lahan terbuka dan taman-taman kota yang telah beralih fungsi. Hal ini, menyebabkan suasana kota pun seakan-akan terasa sarekseuk. Lebih-lebih bila pada musim hujan, maka banjir pun siap menggenang di jalan-jalan Kota Bandung.

Selain dampak seperti itu, sebenarnya masih banyak lagi permasalahan yang timbul di Kota Bandung ini, termasuk masalah persampahan, polusi udara, pencemaran limbah industri, kekeringan air, terjadinya banjir dan lainnya.


Kalau kita mau jujur, adanya berbagai permasalahan yang muncul diperkotaan itu, bila diteliti sebenarnya merupakan efek samping dari perkembangan Kota Bandung itu sendiri yang tidak terkendali. Hal inilah, sebenarnya yang seharusnya kita sadari bersama. Kita tidak mungkin dapat mengelak dari proses perkembangan kota ini. Tapi, di sini yang harus sama-sama kita pikirkan adalah bagaimana caranya kita dapat mengeliminir segala efek negatif dari perkembangan sebuah kota itu, sehingga akhirnya eksistensi dan citra sebuah kota dapat dipertahankan keberadaannya.

Menyikapi adanya pertumbuhan sebuah kota ini, padahal jauh-jauh hari Doxiadis, telah meramalkan bahwa kota-kota yang ada di dunia ini, termasuk di Bandung akan tumbuh dan bengkak semakin besar, semakin kuat dan sulit dikendalikan. Kota (polis) akan menjadi metropolis (kota raya), kemudian megapolis (kota mega), lalu menjadi ecumenopolis (kota dunia), dan bila tidak hati-hati akan berakhir dengan kota mayat (necropolis).

Memadukan konsep pembangunan

Walaupun apa yang diungkapkan Doxiadis di atas, hanya sekedar ramalan, tapi tidak ada salahnya bila kita hati-hati dan mengantisipasinya secara bersama-sama dalam mengelola kota ini secara bijaksana.

Peringatan itu, kelihatannya sejalan dengan apa yang diinginkan oleh John Ormsbee (1986), bahwa kita agar lebih berhati-hati dalam mengelola kota dan lingkungan binaan manusia. Selain itu, yang terpenting adalah kita berharap jangan sampai terjadi “ecological suicide” (baca: bunuh diri ekologi) oleh pihak-pihak tertentu terhadap pembangunan kota ini. Hal ini bisa terjadi secara sadar maupun tidak sadar.

Oleh karena itu, saya kira semua elemen masyarakat yang ada di Kota Bandung harus bahu-membahu terlibat dalam proses perencanaan pembangunan kota yang dihuninya. Saat ini, bukan jamannya lagi pemerintah “bekerja sendirian“ dalam membangun kota dengan mengabaikan peran serta nyata dari semua elemen masyarakatnya.

Sehingga dalam konteks kekinian, menyikapi apa yang terjadi dalam perkembangan Kota Bandung ini, setidaknya ada satu pertanyaan yang mesti disikapi dan dijawab sebagai solusi terhadap fenomena tersebut. Di sinilah kelihatannya kita perlu menerapkan sistem pembangunan berkelanjutan, sebagai sebuah harapan akan kenyamanan dan kewibawaan sebuah kota atas jati diri dan citra kota itu sendiri.

Pembangunan kota berkelanjutan ini, pada dasarnya adalah pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat masa kini tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka, sebagai suatu proses perubahan di mana pemanfaatan sumber daya, arah investasi, orentasi pembangunan dan perubahan kelembagaan selalu dalam keseimbangan dan secara sinergis saling memperkuat potensi masa kini maupun masa mendatang untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia (Brundtland, 1987).

Dalam bahasa lain, kota berkelanjutan itu adalah kota yang merupakan perpaduan antara konsep ecopolis, humanopolis, dan technopolis. Artinya secara ideal, sebuah kota (termasuk Kota Bandung), bila ingin jati diri dan citra kotanya tetap nyaman serta berwibawa, maka tidak berlebihan bila dalam membangun kotanya menggabungkan dari ketiga konsep itu. Lalu, apa sebenarnya isi dari konsep ecopolis, humanopolis, dan technopolis itu?

Pertama, ecopolis. Konsep ini berarti kalau dalam pembangunan kota itu yang lebih dominan adalah dari kalangan ilmuwan dan pakar ahli lingkungan. Dalam arti lain, konservasi energi dan pelestarian keseimbangan ekologis menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan kota.

Kedua, humanopolis. Berarti dalam pengelolaan pembangunan perkotaan ditentukan sendiri sepenuhnya oleh segenap warganya. Menurut Peter Hall (1991), konsep humanopolis mungkin dewasa ini masih akan dinilai utopis.

Ketiga, technopolis. Berarti dalam pengelolan pembangunan kota itu yang mendominasi adalah para rekayasawan dan teknolog. Wujudnya bisa berupa kota yang sarat dengan bangunan tinggi (baca: modern). Misalnya kota kompak satu dimensi, bangunan jangkung, kota terapung, kota di dalam laut, kota di udara, dan semacamnya.

Dari keterangan itu, kita bertanya-tanya bagaimana sebenarnya keadaan pembangunan di Kota Bandung yang terjadi saat ini. Apakah telah memadukan antara konsep ecopolis, humanopolis, dan technopolis sebagai jalan pemecahan permasalahan kotanya serta yang sekaligus merupakan alternatif menjadikan Kota Bandung sebagai kota masa depan. Atau jangan-jangan Kota Bandung ini merupakan kota yang tidak konsisten dengan “konsep” pembangunan kotanya?

Akhirnya, jelas sudah kalau kita ingin Kota Bandung ini menjaga jati diri dan mempertahankan citra kotanya yang pernah disandangnya selama ini, maka kebersamaan dalam membangun kota ini, kelihatannya menjadi sebuah keharusan yang mesti dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung saat ini. Bila hal itu tidak dilakukan, maka jangan harap citra kota ini akan memberi “manfaat” bagi warganya. Wallahu a’lam.***

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia,
http://www.miqra.blogspot.com.
Daftar Bab
Memuat bab...

Tulis Komentar di Bawah ini!

Daftar Bab
Memuat bab...
📚 Koleksi Ebook
Karya Pilihan Arda Dinata
Tersedia di Google Play Books — klik untuk membaca atau membeli
Menampilkan 47 judul ebook
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Identifikasi Tikus, Pinjal, dan Kecoa
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Nyamuk
Bersahabat Dengan Nyamuk
Beli / Baca
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Rahasia Daya Tahan Hidup Nyamuk DBD
Beli / Baca
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Membongkar Rahasia Bionomik Nyamuk Anopheles
Beli / Baca
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Pendekatan Kesehatan Lingkungan Pengendalian DBD
Beli / Baca
Bersahabat Dengan Malaria
Bersahabat Dengan Malaria
Beli / Baca
Atasi Penyakit Skabies
Atasi Penyakit Skabies
Beli / Baca
Sanitasi Atasi Stunting
Sanitasi Atasi Stunting
Beli / Baca
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Rahasia Kimia Cinta
Rahasia Kimia Cinta
Beli / Baca
Kesehatan Ibu dan Anak
Kesehatan Ibu & Anak
Beli / Baca
Menguasai Kecerdasan Buatan AI Untuk Pemula
Menguasai Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Pemula
Beli / Baca
SMART Sanitation
SMART Sanitation
Beli / Baca
Pola Makan Sehat di Era Digital
Pola Makan Sehat di Era Digital
Beli / Baca
Dunia Sanitasi Lingkungan
Dunia Sanitasi Lingkungan
Beli / Baca
Manusia dan Lingkungan
Manusia dan Lingkungan
Beli / Baca
Kepemimpinan dan Komunikasi Dalam Manajemen Proyek
Kepemimpinan & Komunikasi Manajemen Proyek
Beli / Baca
Keperawatan Jiwa
Keperawatan Jiwa
Beli / Baca
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Beli / Baca
Kesehatan Alat Makan
Kesehatan Alat Makan
Beli / Baca
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Produktif Menulis Artikel Kesehatan
Beli / Baca
Mindmap Penulisan Buku
Mindmap Penulisan Buku
Beli / Baca
Menjadi Penulis Mandiri
Menjadi Penulis Mandiri
Beli / Baca
Strategi Produktif Menulis
Strategi Produktif Menulis
Beli / Baca
Creative Writing dan Writerpreneurship
Creative Writing & Writerpreneurship
Beli / Baca
Membangun Keluarga Berkualitas
Membangun Keluarga Berkualitas
Beli / Baca
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Beli / Baca
Keluarga Penuh Cinta
Keluarga Penuh Cinta
Beli / Baca
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Melapangkan Kebahagiaan Perkawinan
Beli / Baca
Pernikahan Berkalung Pahala
Pernikahan Berkalung Pahala
Beli / Baca
Mengikat Cinta Kasih
Mengikat Cinta Kasih
Beli / Baca
Surga Perkawinan
Surga Perkawinan
Beli / Baca
Ibu Cinta Yang Tak Berbatas
Ibu: Cinta Yang Tak Berbatas
Beli / Baca
Ayahku Guruku Guru Kami
Ayahku, Guruku, Guru Kami
Beli / Baca
Cerdas dan Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Cerdas & Bahagia Menghadapi Masa Pensiun
Beli / Baca
RETAKAN
RETAKAN
Beli / Baca
Pecahan Cinta
Pecahan Cinta
Beli / Baca
Whispers of the Sunset
Whispers of the Sunset
Beli / Baca
Epos Aurora Petualangan di Alam Semesta
Epos Aurora: Petualangan di Alam Semesta
Beli / Baca
Melangkah Dalam Cahaya Prinsip Hidup Ala Rasulullah
Melangkah Dalam Cahaya (Prinsip Hidup Ala Rasulullah)
Beli / Baca
Menjadi Orang Bahagia
Menjadi Orang Bahagia
Beli / Baca
Merajut Cinta Allah
Merajut Cinta Allah
Beli / Baca
Pemberdayaan Majelis Taklim
Pemberdayaan Majelis Taklim
Beli / Baca
Bermesraan Dengan Kebaikan
Bermesraan Dengan Kebaikan
Beli / Baca
Dear Friend
Dear Friend
Beli / Baca
Taman-Taman Kebeningan Hati
Taman-Taman Kebeningan Hati
Beli / Baca